Akhirnyaaaaa…..
Dari rangkaian rencana liburan yang pernah saya post tempo hari, trip inilah yang paling saya tunggu2. Berbagai hal saya siapkan menjelang trip ke pulau seberang Jepara ini, termasuk berlatih berenang bersama keponakan tersayang dua bulan sebelum keberangkatan. Belum lagi Tanya sana sini mengenai sun block lotion terbaik, baju nyaman tapi aman dari gosong dan lain sebagainya. Persiapnnya sepertinya bahkan melebihi perjalanan saya ketika melakukan trip ke Sigapore tempo hari. Dan apakah saya mendapatkan trip yang worth it sesuai dengan persiapan saya? Baiklah ini laporan bagian pertama.
Jumat, 24 July 2011
Pagi pukul 5, saya dan tiga teman lainnya sudah bersiap di kantor saya. Well, saya menentukan setting pertemuan kami di kantor yang sekaligus tempat penitipan kendaraan di tangan satpam yang tempat. Perjalanan yang diprediksi sekitar 2 jam perjalanan, ternyata hanya memakan waktu kurang dari 1,5 jam berkat speed gila2an pacar teman saya. Fyi, salah seorang teman bahkan sudah mabuk terlebih begitu duduk di belakang tempat duduk passenger sebelum duduk di dek kapal Muria hahahaha. Sesampai kami di tempat yang ditentukan panitia, warung Bu Diyah di kawasan pantai Kartini, kami melakukan registrasi. Sedikit bingung pada awalnya, karena panitia duduk di tempat duduk wrung dengan segelas cangkir minuman di depannya, kami sepat mengira bahwa mereka adalah customer warung biasa meski di depannya terdapat kertas2 yang bisa lembaran kertas daftar ulang. Sekitar 1 jam kami lingering di tempat tersebut hingga akhirnya salah satu dari panitia menelpon saya, menanyakan keberadaan saya ada dimana. Sedikit geli sedikit nggonduk, saya mendekati si mas2 yang dari tadi sebenarnya sudah saya curigai sebagai panitia wisatakita.
Sarapan bubur ayam disini...
Kondisi sedang segar bugar, belum mabuk laut
Pukul 9 kami sudah duduk manis tapi kepanasan di dek paling atas kapal Muria. Tia teman saya mengatakan lebih baik terkena angin laut dan kepanasan dibandingkan duduk di dek pengap nan berasap rokok. Cukup banyak para penumpang yang memilih duduk di atas kapal ini. Dari awal perjalanan, sudah Nampak keceriaan mereka dengan berpoto narsis. Sementara saya dan teman2 saya sudah cukup tesiksa dengan hawa panas serta kekhawatiran akan mabuk laut yang bakal menyerang selama 6 jam perjalanan. Untunglah, pihak kapal cukup menatuh kasihan pada kami sehingga mereka memasang terpal penahan panas. Namun, ini belum cukup nyaman bagi kami. Dan benar saja, belum sejam kami berada kami terpanggang dan terangguk-angguk dengan goyangan kapal yang semakin lama semakin keras, seorang dari kami mulai meraskan mabuk laut. Khaatir bakal terjadi hal yang sama pada saya, saya rebahkan tuuh saya di lantai dek yang keras. Dengan berbantal tas, saya mencoba untuk tidur. Sayaperhatikan cukup banyak penumpang lain yang juga mengalami hal yang sama, mabuk laut dan memilih rebahan di lantai ek. Jadilah kami seperti ikan asin yang dijemur plus diangin-angin.
Yang tiduran disensor yaaa...
Lega rasanya melihat dermaga
Pukul 3 sore, sampailah kami di dermaga Karimunjawa. Dengan bawaan berat plus kondisi bekas mabuk laut , kami tertatih menujudaratan problem kembali muncul ketika kami bingung mencari panitia travel yang kami tuju. Tak ada spanduk ataupun apa yang bisa membuat kami percaya diri untuk bertanya akan nasib kami selanjutnya. Akhinya saya beranikan bertanya dengan seseorang yang terlihat sok sibuk berjalan kesana kemari, menanyakan apakah mereka dari wisatakita, dan untungnya memang benar, legalah hati kami. Dengan menumpang mobil, berdelapan kami berdesakan didalam mobil yang membawa kami menuju guest house dimana kami nantinya akan menginap. Tidak jauh dari dermaga, sampailah kami di guest house yang diberi nama Srikandi. Tepat sekali untuk kami berdelapan yang kebetulan semunnya adalah cewek. (Tamu berikutnya ternyata adalah para cowok)
Guest house tempat kami menginap sangat nyaman, terutama buat kami berempat. Nyaman karena kamar ini berada di paling depan rumah sehingga angin segar selalu berembus. Sementara kamar para tamu lainnya kurang nyaman buat mereka karena mereka selalu kepanasan, meskipun kipas angin dalam keadaan on. Oya, selain cukup nyaman, suguhan hidangannya juga cukup mnggiurkan. Es kelapa muda langsung tersedia enyambut kedtangan kami. Menu sop, telur dadar cumi, plus sambal kecap maknyus. Waahh… rasanya land lady guest house ini memanjakan kami.
<a href="http://s240.photobucket.com/albums/ff153/lilass1051/?action=view&current=DSC06559.jpg" target="_blank"><img src="http://i240.photobucket.com/albums/ff153/lilass1051/DSC06559.jpg" border=0 alt=Photobucket></img></a>
Menikmati senja
Sore pukul 5.15, kami dibawa ke pantai. Kami bertanya-tanya, ngapain ya sore2 begini? Oya, selama makan siang, kami sempat saling berkenalan dengan peserta lain. Sebagian besar dari mereka datang dari Jakarta. Ngga kebayang, perjuangan mereka untuk datang ke dermaga ini sekedar melihat sunset yang ternyata sangaaaaattt indaahh… rasanya mabuk laut siang tadi hilang begitu saja terbayar dengan keindahan lukisan Tuhan ini. Sepulang dari dermaga, seusai sholat Maghrib, kami mulai meng-eksplore daerah sekitar dermaga. Kurang dari 600 meter dari dermaga, ada alun2 dengan warung2 di sekitarnya. Kamipun mulai memilih menu apa untuk dinner kami. Dari sekian warung, hanya beberapa yang ternyata membuat kami penasaran. Hampir semua menu bisa ditemukan di Semarang. What can we expect actually? Jadilah dua teman saya memesan bakso sementara saya memilih mie instan yang saya harap terhidang panas2 karena suhu yang cukup dingin malam itu. Ternyata oh, ternyata, angin besar yang terus menerus bertiup membuat mie instan yang seharusnya bisa menghangatkan tubuh, menjadi sekedar hangat. Oh, well…
Makan malam yang dingin
Pukul 9 malam, kami sudah kembali ke guest house. Beberapa kamar sudah rapat terkunci dengan penghuni yang tertidur lelap. Dan sayapun mengakhiri perjalanan panjang hari itu dengan istirahat. Sampai jumpa hari esok, hari pertama meng-explore pulau2. (bersambung)
hehehe...ini spot favorit banget dan strategis bgt buat meeting point, krn kita jg ketemuan disono
ReplyDeletebukan favorit, karena memang disuruh kumpul disana hehehe
ReplyDeletedari semarang ke pantai kartini abis berapa duit yah? ada sodara yg nanya soalnya
ReplyDeleteKebetulan aku pake mobil temen, tapi bayar sopir, and bensin, sekitar 300ribuan. Dibagi 4 orang, jadi ya 75rebu/orang :D
ReplyDeleteooh gitu, tapi kira2 kl naik bis berapa yah?
ReplyDeletekata temenku yang ada bis2 kecil, yang sudah agak bobrok, serasa naik kapal hahaha
ReplyDeletePulangnya aku naik travel. Travel jemput di pantai Kartini, sampai semarang bayar 30ribu.
wahh tempat menginap kita sama tuh la...dulu aku ksana nginapnya juga di guest house srikandi.. kl pagi aku sll paling duluan mandi krn yaa itu td..lampunya paste matee kalo dah jam 6pagi..semntara baru hidup lagi selepas magrib..
ReplyDeletebtw slama disana smpt diliatin yg punya srikandi gaa... lumayan cantik lohh... ranjangku smpt digoyang2nya hihihihi...kalo aku dpt kamarnya yg ddipn kamar mandi bawah..kamar mandinya letaknya pas di bwh tangga kan.... gelapp n sumpek..ktnya disitu juga ada yg nunggu
jadi inget ada yg smpt tereak2 pas malem... #jejeritankuntilanak...
Whoaaaa...... ada yang nunggu? waaahh... kok ngga ada yang 'beruntung' ketemu sama penunggunya ya? Untung ato ngga tuh? hahaha... Tapi Srikandi guesthouse asik menu makannya, ngga kayak guesthouse lainnya yang katanya agak2 pelit di varian hidangannya...
ReplyDelete