Mengingat sudah seminggu berlalu dari kopdar yang ke empat (buat saya), dan tak seorang pun yang berniat menulis laporan pandangan dari yang hadir, maka saya dengan suka rela menuliskan ini. Sumpah, menulis ini pada saat mood membaca saya sedang ada di puncak. Huufftt…
Oya, tadi saya bilang, ini adalah kopdar saya yang ke empat dengan para goodreader Semarang. Namanya juga anggota goodreads, ya setiap kopdar, selalu banjir buku. Hari Kamis, 17 Mei 2012, pukul 10 bertepatan dengan libur Nasional, kami kembali berjanji berkumpul. Kali ini kami memilih tempat di pintu belakang gerbang gedung gubernuran, seberang taman KB. Sementara tempat sebelumnya, kami sempat kopdar di gedung wanita, pada saat pameran buku, kemudian di perwil Semarang, yang ke tiga adalah kopdar tak niat. Gimana kok dibilang ngga niat? Karena kopdar yang sedianya akan digunakan untuk nobar film The Hunger Games, ternyata gagal. Meski demikian, transaksi pinjam meminjam tetap berjalan. Dari Cindy ke saya untk Tezar dan Wulan. Dari Tezar untuk saya dan Wulan, dan dari Wulan untuk saya. Lho, kok trafficnya brenti ke saya aja ya? Maklum, lagi kemaruk buku pinjaman hahaha…
Beberapa menit baru saja melewati jarum jam 10. Saya sudah tiba di tempat kopdar. Saya lihat Pra, yang didapuk sebagai ketua goodreads Semarang sudah tenang duduk di bangku tembok di dekat gerbang gedung gubernuran. Tangannya memegang satu buku, tapiiii tas punggungnya ternyata penuh dengan buku pesanan. Saya sendiri hanya membawa dua buku yang semuanya dalam status pengembalian. Dengan harapan membawa lebih banyak buku ke rumah wkwkwkwk.
Selang beberapa menit kemudian, sosok kurus bertopi berkacamata Tezar berjalan terhuyung huyung membawa tas yang sekilas mirip karung berisi buku. Rupanya dia sudah membawakan 4 buku pesanan saya: trilogy Bartimaeus dan Valharald. Horeeeee (meski judul terakhir belum tentu saya baca, karena sebenarnya awalnya saya ingin ikut lomba menulis review yang diadakan satu book publisher. Waktunya ngga cukuuuppp). Meski sudah berkumpul tiga anggota, tapi kami malah asyik merumpikan seorang teman yang heboh sebelum kedatangannya. Bingung dimana dan kapan kopdar akan diadakan. Dasaarrr.. padahal selama berbulan-bulan, kami berenam tak henti mengapdet inbox fb. Isinya? Buku tentu saja dan cela2an hahaha. Tentu saja termasuk kapan kopdar lagi dan lagi.
Transaksi pinjam meinjam benar2 berlangsung ketika Wulan datang dengan membawa satu tas jinjing dan tas cangklong. Dua buku pesanan saya dibawanya pula. Horeee lagiii. Dimsum Terakhir dan Life Traveler. Dan saya pun sudah mendapatkan 6 buku!!!! Itu saya tidak modal membawakan koleksi saya apapun (ihh… ngga modal malah bangga). Sedang hebohnya kami bertukar buku, tiba2 sebuah mobil berhenti di depan kami. Muncullah gadis berjilbab. Dengan malu2 bertanya, “Apa ini kopdar goodreads? Saya Nada.” Horeee lagi ada anggota baru nongol. Tak selang berapa lama, hape saya berbunyi. Ika, seorang rekan kerja saya yang saya rayu untuk ikut kumpul kopdar ternyata sudah berada di dekat lokasi, tapi bingung ke arah mana dia harus menuju. Saya jemputlah ia. Horeee… nambah lagi satu lagi anggota kopdar kali ini.
Sesi poto bersama dimulai begitu Cindy muncul. Bintang utamanya sebenarnya bukan Cindy, melainkan dua tumpukan buku setinggi kira2 satu meter. Lol. Setelah sesi poto2, kami mulai membicarakan beberapa teman2 di goodreads, si tukang cari typo, si aki yang ngaku ngga hobi teenlit, dan tentu saja teman kami yang hingga hampir usainya kopdar tak kelihatan batang hidungnya. Echaaaaa….Pukul 12 lebih sedikit, kami mulai membubarkan diri. Tas punggung saya yang awalnya berisi dua buku, mulai menyiksa punggung saya. 7 buku total ditambah dengan The Journey nya Gola Gong yang saya taksir di tempat. Addhuhh. Gunungan buku pinjaman di rumah semakin tinggi saja. Pra, sepertinya adalah sosok yang paling berbahagia, tas kosong melompong laris manis diserbu. Tezar, kembali berperan layaknya Sinterklas dengan karungnya, penuh buku. Tambah sempoyongan hahahaha…
Sekian LPM dari sayaa.. *unyil kucing, sampai jumpaaaa*
