Note: terinspirasi @fiksimini dr jejaring sosial sebelah yg membuat saya ketagihan membacanya tanpa mampu berpartisipasi di dalamnya. Topiknya susah buat saya tapi tetap menyenangkan untuk dibaca. Makanya, saya tulis dan tentukan sendiri topik fiksimini sesuai mood. Hahaha...
Doa yang mengancam: iblis2 pun berlomba mengamininya.
Doa yang mengancam: Tuhanpun tersenyum sinis. TIDAK TAKUUT!
Doa yang mengancam: aku jabat tangan iblis tanda kompromi.
Doa yang mengancam: kubenturkan kepalaku di batu, tanda serius.
Kerudung putih itu erat membungkus kepalaku. Putih. Seputih kapas di hidungku.
Dia tersenyum. Giginya seputih mutiara. Dari dalamnya keluar bau politik busuknya.
Sinar putih terang itu meruap dari tubuhnya. Wangi. Pertanda ia akan datang.
Ia terpesona dengan tubuh putih plastiknya. Di baliknya, ratusan jarum siap mematuknya.
Air putih deras mengaliri kerongkongannya. Deras. Tak lagi mampir di ususnya. Celananya basah.
hehe setuju.. saya juga penikmat fiksimini. menurut saya sebagian besar dr mereka cerdas.
ReplyDeletemedeniiii......!
ReplyDeleteSemuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
ReplyDeleteJangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...
Maaf, sampe byk gini.... Tolong delete ajam sisain 1.... Maaf.... :(
ReplyDeletemelu fiksimini apane, wong kowe ki twitteran we arang nganti di unfollow wong 3 hahaha
ReplyDeletetoosss....
ReplyDeletepenikmat, ngga pernah nyumbang hehehe
aku dewe yo wedhi owk.....
ReplyDeletehahaha... makasih, udaa... Kalo baca fiksimini punya darin, bawaannya pengen ngasih jempol aja hahaha
ReplyDeletewalah, uda. Kirain banyak yang komen, ternyata kecelakaan wkwkwkwk
ReplyDeleteWes beeeennnnn to, om Beeeemmm..... *cek bemmoe masih jd follower ngga* :P
ReplyDelete