Pages

Wednesday, April 6, 2011

(Bukan) Fiksimini

Note: terinspirasi @fiksimini dr jejaring sosial sebelah yg membuat saya ketagihan membacanya tanpa mampu berpartisipasi di dalamnya. Topiknya susah buat saya tapi tetap menyenangkan untuk dibaca. Makanya, saya tulis dan tentukan sendiri topik fiksimini sesuai mood. Hahaha...

 DOA

Doa yang mengancam: iblis2 pun berlomba mengamininya.

 

Doa yang mengancam: kusapukan telapak tanganku ke wajah. Dua tanduk kecil tumbuh di kepala.

 

Doa yang mengancam: Tuhanpun tersenyum sinis. TIDAK TAKUUT!

 

Doa yang mengancam: aku jabat tangan iblis tanda kompromi.

 

Doa yang mengancam: kubenturkan kepalaku di batu, tanda serius.

 PUTIH

Kerudung putih itu erat membungkus kepalaku. Putih. Seputih kapas di hidungku.

 

Dia tersenyum. Giginya seputih mutiara. Dari dalamnya keluar bau politik busuknya.

 

Sinar putih terang itu meruap dari tubuhnya. Wangi. Pertanda ia akan datang. 

 

Ia terpesona dengan tubuh putih plastiknya. Di baliknya, ratusan jarum siap mematuknya.

 

Air putih deras mengaliri kerongkongannya. Deras. Tak lagi mampir di ususnya. Celananya basah.    

15 comments:

  1. hehe setuju.. saya juga penikmat fiksimini. menurut saya sebagian besar dr mereka cerdas.

    ReplyDelete
  2. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  3. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  4. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  5. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  6. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  7. Semuanya kece, walau beberapa sangat mistis dan menyeramkan. Ada bbrp yg 'kehilangan subjek", yng hrs dibaca berulang, pakai penafisran agar bisa paham ceritanya.
    Jangan brenti nulis fiksimini ya. Aku jg sdh sampai fase "addicted" rendah nih sm fiksimini hehhehe...

    ReplyDelete
  8. Maaf, sampe byk gini.... Tolong delete ajam sisain 1.... Maaf.... :(

    ReplyDelete
  9. melu fiksimini apane, wong kowe ki twitteran we arang nganti di unfollow wong 3 hahaha

    ReplyDelete
  10. toosss....

    penikmat, ngga pernah nyumbang hehehe

    ReplyDelete
  11. hahaha... makasih, udaa... Kalo baca fiksimini punya darin, bawaannya pengen ngasih jempol aja hahaha

    ReplyDelete
  12. walah, uda. Kirain banyak yang komen, ternyata kecelakaan wkwkwkwk

    ReplyDelete
  13. Wes beeeennnnn to, om Beeeemmm..... *cek bemmoe masih jd follower ngga* :P

    ReplyDelete