| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Classics |
Mendengar nama Merlin pertama kali, satu hal yang saya ingat adalah exclamation dari Ron Weasley dalam novel Harry Potter tiap kali dia mendengar sesuatu yang mengagumkan atau mengejutkan, “Merlin beard!”, begitu katanya. Ketika seorang teman menawarkan serial berjumlah 3 season ini, yang saya bayangkan adalah sosok tua berjenggot. Ternyata saya salah. Dan inilah yang akhirnya menggeser drama Korea dalam kehidupan saya.
Serial produksi BBC ini pertama mengudara pada tahun 2008. Serial ini berpusat pada tokoh utama si penyihir yang berperan sangat penting bagi raja Arthur sebelum datang masa pemerintahannya di negeri Britain. Merlin, pada season pertama, berperan sebagai pembantu pangeran Arthur yang nantinya akan berganti peran menjadi penasehat di season berikutnya. Beberapa tokoh lainnya, serial berjumlah 13 episode di tiap seasonnya, tetap setia menghadirkan tokoh2 utama dalam legenda King Arthur. Nama2 Morgana, Lancelot, Guinevere, Mordred, Gwaine, dll, hadir dengan karakter masing2.
TWISTS
Saya menyelesaikan serial 3 season ini dalam waktu sekitar 2 minggu. Serial hasil donlotan seorang teman ini cukup membuat saya khawatir, karena saya takut akan segera merindukannya begitu season 3 selesai saya tonton, maka saya irit2 lah masa menonton saya hahaha. Tetapi, karena penasaran, maka akhirnya dengan berat hati, saya selesaikan saja keseluruhan season. Dan, benar saja, minggu2 berikutnya, saya selalu dilanda rindu dengan serial ini hingga saya ulang2lah episode2 yang saya suka. Dan karena itu pula, saya cari segala pernak pernik tentang Merlin ataupun tentang King Arthur, baik dari referensi online Wikipedia ataupun film2 yang pernah beredar di tahun2 sebelum dirilisnya Merlin TV series.
Nah, berikut ini adalah beberapa twists yang membuat saya betah berlama-lama menonton sekaligus mengulang2 beberapa episodenya:
1. Merlin
Dalam pakem cerita King Arthur, ataupun Merlin, usia Merlin bisa dua kali lipat usia Arthur. Namun dalam serial TV ini, diceritakan Merlin berusia hampir sama dengan Arthur. Mereka tidak lebih dari dua sahabat yang saling membantu, dibandingkan hubungan pangeran dengan pembantunya. Merlin, dalam film King Arthur produksi 2004 yang memasang Clive Owen sebagai Arthur, sempat berseilisih paham dengan Merlin yang sudah beruban, berjenggot dan tentu saja tua. Sementara Arthur masih muda, nggantheng pula hahaha…
Menurut saya, twist usia ini sangat menyenangkan bagi penonton muda ataupun penonton yang tidak mempunyai latar belakang history tentang kisah klasik ini. Jika mereka bertengkar, tidak ubahnya dua sahabat yang saling berbeda pendapat ataupun dua sahabat yang saling mengejek satu sama lain. Colin Morgan sebagai Merlin, menurut saya, mempunyai wajah ‘sangat Merlin’. Bahkan ketika saya melihat Colin Morgan dalam interview, gaya bicaranya sangat bukan siapa2, seperti bukan bintang serial yang sudah ditonton berjuta penonton. Seperti Merlin yang berjasa banyak pada Arrthur atau Camelot, namun hanya Gaius yang mengetahuinya. Dan penonton tentunya.
Sosok Merlin sabagai penyihir, dalam referensi, tidak begitu menyukai kemampuan sihirnya sendiri. Maka, dalam cerita2 yang lain, sangat jarang terlihat Merlin memanfaatkan kemampuan sihirnya. Sementara dalam serial BBC ini, Merlin sangat royal menunjukkan kemampuan sihirnya. Bukan hanya untuk hal2 penting, bahkan untuk sekedar ‘mengerjai’ Arthur atau orang lain pun, dia terlihat sangat menikmati bakatnya.
2. Arthur
Dalam beberapa referensi, Arthur ini dikisahkan sebagai illegitimate son of Uther Pendragon. Kelahirannya direncanakan oleh Merlin sebagai pewaris tahta, menyingkirkan Morgana yang jahat. Namun, dalam kisah serial ini, Arthur dikisahkan sebagai anak sah Uther dari seorang ibu yang sudah meninggal, Ygraine, yang lahir berkat kolaborasi Uther dengan sorcerer.
3. Morgana/ Morgan.
Ada persamaan di sana sini tentang sosok Morgana ini dari kisah yang sudah dikenal umum dan di serial Merlin ini. Morgan adalah sorceress atau witch yang nantinya akan menjadi musuh utama Merlin. Dalam serial ini, si penulis script ingin menghadirkan perubahan karakter pada sosok Morgana yang pada season awal, sangat baik hati meskipun sering beradu argument dengan Uther Pendragon tentang kebijakannya membunuh para sorcerers. Saya yang tidak sengaja mendengar obrolan spoiler dari teman saya, sedikit kecewa ketika nantinya dia bakal bertransformasi menjadi pengkhianat dalam istana Camelot. Namun, akhirnya saya bisa juga menerima dan sekaligus menikmati sosok musuh dalam selimut dalam serial ini.
4. Guinevere
Seorang teman saya ‘sangat kecewa’ dengan pemilihan pemeran Gwen dalam serial ini. Dia pikir bahwa demi meredam racial, maka dipilihlah Gwen yang berkulit hitam sebagai pemerannya. Ketika saya bandingkan antara Gwen di film King Arhtur dan Camelot, Gwen di serial Merlin ini memang ‘kurang eye catching’, hehehe. Tapi si penulis cerita menempatkan Gwen ini sebagai pembantu Morgana. Menurut saya sih wajar saja jika Gwen ini berkulit hitam dan nantinya bakal mencuri hati Arthur dan sekaligus menjadi the Queen of Camelot, karena pakemnya memang begitu, regardless the skin color.
5. Camelot
Negara cikal bakal Britain ini dikisahkan sangat tidak ramah dengan penyihir. Semua orang yang mempunyai kemampuan sihir akan dibasmi. Yang menarik, justru Merlin, si young warlock, hidup di tengah2 dinding Camelot, bersahabat dekat dengan Arthur, putra raja yang membantai semua sorcerers tanpa ampun. Dalam serial Camelot, Merlin yang mempunyai kemampuan sihir plus obat2an, sangat dikenal luas sebagai penyihir pendamping raja.
6. Other characters
Beberapa karakter tambahan diciptakan disini, untuk memperjelas suatu karkter ataupun berperan cukup signifikan demi memperjelas masa lalu suatu karakter. Gaius misalnya. Perannya sebagai physician istana sangat memperjelas suatu karakter tentang masa lalunya. Masa lalu Morgana misalnya yang ternyata mempunyai half sister, Morgouse, yang ternyata adalah sorceress hebat. Ibu Merlin, Hunith, juga dciptakan dalam serial ini untuk memberi tahu bagaaimana seorang Merlin mendapatkan bakatnya sebagai warlock. Sosok ganas sekaligus bersahabat, Kylgarah, alias si dragon, mempunyai peran yang sangat signifikan bagi seorang Merlin yang baru menyadari bahwa hidupnya sudah ditakdirkan demi masa depan Britain, mendampingi Arthur.
COMEDY TOUCH
Beberapa film yang mengangkat kisah Arthur ataupun Merlin, sering kali ber-genre serius karena latar belakang perang dan peralalihan antara Old Religion, Saxon serta Pagan. Film Merlin produksi tahun 1998, saya dapat mengunduh dari youtube, sentuhan komedinya cukup mengganggu dan aneh. Film King Arthur yang dibintangi Clive Owen terlalu serius membuat saya terkantuk kantuk hahaha. Kalo bukan adegan yang cukup hot antara Arthur dan Guinevere, yang tidak bakal ditemukan di serial Merlin, saya mungkin sudah pulas tidur di depan computer.
Berbeda dari film layar lebarnya, cerita yang berangkat dari novel Geoffrey Mornmouth ini sangat menghibur, bisa dikatakan komplet dengan segala suasana. Adegan konyol yang dilakukan Merlin ataupun Arthur seringkali mencairkan suasana tegang yang terbangun dari konflik cerita. Sayangnya, terkadang, dalam satu episode, tak jelas mengapa cerita itu musti dihadirkan. Misalnya cerita tentang goblin, changeling dan beberapa episode lain. Mungkin saja sebagai hiburan di tengah konflik panas antara dendam para sorcerers dengan Uther Pendragon.
Well, overall, serial ini bisa direkomendasikan untuk ditonton segala usia. Teman kantor saya bahkan menggubahnya disana sini menjadi dongeng sebelum tidur anak2nya. Dan jika mereka penasaran, sang mama bisa saja mengajak mereka menonton bersama. Sayang, season 4 masih harus sabar menanti hingga September atau October mendatang. Seorang fans menulis di akun twitter #Merlin, ‘this waiting is killing me. Aaarrghhh.. it’s killing me, too.
nek aku saiki lagi seneng karo Modern Family .. lucu, cerdas, sederhana. liyane: parenthood yo apik .. sing main Lorelai gilmore lhoo :D
ReplyDeletefyi camelot juga ada serial barunya lho...sayang belum tergoda untuk mengikuti serial ini, rada nganeh ngikutin cerita yg berubah sana-sini
ReplyDeleteYeah, waiting for Merlin 4 is killing me so much.. Haha, I thought those who watch this Merlin movie can be counted by fingers, but then I've found this post. Love to know there's someone else who also watch this movie.. :D
ReplyDeleteWalah, nek kowe ngono iso nonton saka tipi kabel, lha aku? kudu golek donlotan sek hehehe
ReplyDeleteBTW, kopian Merlin kae musti gak mbok tonton to? MP3 ndak wes mbok rungokke?
aku sudah notnon serial Camelot sampe episode 3, tapi ya ituu... Merlin-nya sudah tua, Arthur-nya lembek kayak cewek, suka main cewek, meski akhirnya tekuk lutut sama Gwen.
ReplyDeletefyi, banyak adegan syur-nya di serial ini hihihi...
Glad to find someone like you, too, who watch Merlin. Oya, I read #Merlin, and follow @MerlinCast in twitter, and always makes me smile to see how crazy those fans of Merlin... :D
ReplyDeleteuwis kok, mayan ok .. lagune yo apik2!
ReplyDelete