Monday, April 18, 2011
Sunday, April 10, 2011
Thursday, April 7, 2011
Wednesday, April 6, 2011
(Bukan) Fiksimini
Note: terinspirasi @fiksimini dr jejaring sosial sebelah yg membuat saya ketagihan membacanya tanpa mampu berpartisipasi di dalamnya. Topiknya susah buat saya tapi tetap menyenangkan untuk dibaca. Makanya, saya tulis dan tentukan sendiri topik fiksimini sesuai mood. Hahaha...
Doa yang mengancam: iblis2 pun berlomba mengamininya.
Doa yang mengancam: Tuhanpun tersenyum sinis. TIDAK TAKUUT!
Doa yang mengancam: aku jabat tangan iblis tanda kompromi.
Doa yang mengancam: kubenturkan kepalaku di batu, tanda serius.
Kerudung putih itu erat membungkus kepalaku. Putih. Seputih kapas di hidungku.
Dia tersenyum. Giginya seputih mutiara. Dari dalamnya keluar bau politik busuknya.
Sinar putih terang itu meruap dari tubuhnya. Wangi. Pertanda ia akan datang.
Ia terpesona dengan tubuh putih plastiknya. Di baliknya, ratusan jarum siap mematuknya.
Air putih deras mengaliri kerongkongannya. Deras. Tak lagi mampir di ususnya. Celananya basah.