Pages

Wednesday, April 6, 2011

(Bukan) Fiksimini

Note: terinspirasi @fiksimini dr jejaring sosial sebelah yg membuat saya ketagihan membacanya tanpa mampu berpartisipasi di dalamnya. Topiknya susah buat saya tapi tetap menyenangkan untuk dibaca. Makanya, saya tulis dan tentukan sendiri topik fiksimini sesuai mood. Hahaha...

 DOA

Doa yang mengancam: iblis2 pun berlomba mengamininya.

 

Doa yang mengancam: kusapukan telapak tanganku ke wajah. Dua tanduk kecil tumbuh di kepala.

 

Doa yang mengancam: Tuhanpun tersenyum sinis. TIDAK TAKUUT!

 

Doa yang mengancam: aku jabat tangan iblis tanda kompromi.

 

Doa yang mengancam: kubenturkan kepalaku di batu, tanda serius.

 PUTIH

Kerudung putih itu erat membungkus kepalaku. Putih. Seputih kapas di hidungku.

 

Dia tersenyum. Giginya seputih mutiara. Dari dalamnya keluar bau politik busuknya.

 

Sinar putih terang itu meruap dari tubuhnya. Wangi. Pertanda ia akan datang. 

 

Ia terpesona dengan tubuh putih plastiknya. Di baliknya, ratusan jarum siap mematuknya.

 

Air putih deras mengaliri kerongkongannya. Deras. Tak lagi mampir di ususnya. Celananya basah.